Rabu, 21 Maret 2012

Kosong

Berkali ku tarik nafas sedalam yang ku bisa tuk coba mengubur entah apa yang saat ini sedang dirasa

Bertanya pada diri pun tak lagi tau apa sebabnya.

Coba..coba,,coba

Ku basuh runut dari pucuk jemari hingga kaki tuk bersuci berharap jiwa sejuk terpercik damai

Berdiri tegak, berukuk kemudian bersujud sendu jadikan sholat sebagai rehat.

Perlahan kubuka mushabNYA

Kubaca tak fasih… terbata…. duhh malunya

Ahhh mengapa masih ada sesak tersisa

Mungkin ini semua karena dilakukan tanpa makna, Kosong

Wudhuku hanya sekadar wudhu percak-percik air yang basahi tubuh , tak resapi air pembasuh sebagai penyuci, tanpa makna, Kosong…

Sholat, rukuk dan sujudku tak sama sekali rehatkan jiwa, bacaan sering alpa, rukuk hanya sekedar membungkuk, sujud hanya sekedar sujud, hanya terus bergerak dan seterusnya tanpa makna, kosong

Pun apalagi tilawahku, jauh dari benar apalagi merdu, satu dua huruf terbata, datar sesekali menarik nafas, kehabisan. Terengah-engah lelah, tunai satu halaman itupun sudah paling bagus.

Ahh dunia sebegitu banyaknya kau sita perhatianku

Ahh Harta sebegitu berkilaunya kau silaukan alingkan pandanganku pada Istana Maha Megah di Surga sana

Ahh Tahta sebegitu gilanya kuasai hatiku lupakan abadinya akhirat  penuh nikmat.

Ahh wanita sebegitu dahsyatnya kau meggoda dan alihkan abadinya bidadari yang terus menerus belia di Surga sana

Ya Rabb jadikan hati dan jiwa ini mampu maknai semua amal shalih kepadaMu
Ya Rabb jadikan hati dan jiwa ini selalu membersamaiMu
MembersamaiMu dengan lisan yang senantiasa basah ingat kepadaMu
MembersamaiMu dalam ibadah, ikhlas, tunduk dalam ketaatan,,
Agar hidup ini penuh Makna dan tak Kosong





1 komentar:

  1. mungkin itu semua karena sisa belaka, diantara waktu sibuk kita tersisa waktu untuk membaca al-quran, di saat istirahat dari perbincangan terselip dzikir, setelah sisa budget kebutuhan kita keluarkan shodaqoh.........
    andai al-qur'an mendapat waktunya sendiri.
    andai dzikir mendapat keseriusan kita memanfaatkan lisan ini.
    andai shodaqoh menjadi budget utama kita.
    andai ALLAH menjadi satu-satunya dan yang lain hanya sisa-sisa dari waktu, harta, dan potensi diri kita tentu semua akan berisi, tentu semuanya akan penuh, tak lagi kosong.

    BalasHapus