Rabu, 29 Februari 2012

Jika Yakin Maka Kenalilah


"Sungguh Kami telah menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya bentuk" [ Qs: At-Tin; 4 ]

Setelah beberapa jam beristirahat lelah dalam perjalanan panjang mengasyikkan dari Surabaya ke Bandung dalam ikhtiar menjemput ilmu Alloh. Tiba saat yang ditunggu pertemuan pertama Madrasah Mujahid Bisnis angkatan 2 , 2 januari 2012 tepat jam 8 malam waktu Bandung. Ada 40 peserta termasuk saya yang lolos seleksi unik yang dilakukan yaitu "siapa yang ikhtiar sedekahnya paling banyak" dan Subhanalloh setelah direkap peserta yang lolos diposisi 40 nilai sedekahnya 101.000 dan yang 100.000 gugur. 1000 rupiah yang sangat menentukan (nama dirahasiakan ya) sedekah ini kemudian digunakan sepenuhnya untuk kegiataan keagamaan dan sosial Darusy Syabab, Subhanalloh. Kami, 40 peserta ini, mendapat julukan Santri yang kan digembleng selama 7 minggu dan akan ada eliminasi setiap minggunya  untuk kemudian bisa menjadi para Mujahid Bisnis.  Kami dipimpin oleh Kyai Mentor Bisnis bernama @kangRendy.

Malam pertemuan pertama ini dimulai dengan lantunan Qur’an  Surat An-Naba' ayat 14-16 yang dibacakan merdu oleh @kangRendy dan beliau berpesan bahwa janganlah diri mencaci hujan sebagai penghambat aktivitas , karena sungguh hujan itu penuh berkah dan salah satu mustajabah atas segala do'a. Kemudian dilanjutkan perkenalan, dan saya resmi jadi santri terjauh (Surabaya) yang bermukim di SaputraEmpire lantai 3 dan saya menjuluki ruangan saya sebagai #SurgaLt.3

Malam pertemuan pertama kala itu RINGAN tapi memiliki kesan MENDALAM, @kangRendy menyampaikan kepada kami semua dengan lugas.

"Sadar gak kalau kita ini semua sudah diciptakan dengan sebaik-baiknya penciptaan oleh SWT? Sadar gak kalau Alloh itu menciptakan kita semua sebagai pemenang, sebagai pemimpin dimuka bumi ini? Sadar gak kalo kita hidup diciptakan di dunia ini pasti punya maksud dan tujuan? Yakin gak kalau kemudian Alloh jamin semua kebutuhan kita? Alloh lengkapi semua fitur yang kita butuhkan untuk mecapai semua itu?” tanyanya panjang, dengan suara mengepung telinga di ruangan Auditorium SaputraEmpire malam itu. “Dan Alloh tidak mungkin menciptakan manusia yang GAGAL, yang GAGAL adalah manusia yang tak kenal dirinya".

Tubuh saya bergetar tetiba dada ini sesak ada yang menohok ditenggorokan memaksa keluar, air matapun menggenang di kelopak mata yang memerah, beberapa kali saya menarik nafas panjang mencoba mengendalikan diri sambil sesekali mengusap air mata yang hampir menetes.

"Masih ragu sama Alloh? Saya mau ini Clear dulu semua, saya mau semua teman-teman (santri) yang hadir disini, kenal SIAPA diri kita, Apa tujuan hidup kita, dan mau tinggalkan apa dibumi ini setelah kita mati nanti. “Kalau ini belum Clear maka tidak akan ada pertemuan 2-3 dan seterusnya, coba Jujur pada diri", ujar @kangRendy pungkasi akhiri pertemuan pertama malam itu. Dan kami mendapat homefun menuliskan "siapa diri" tak kurang dari 500 kata.

Sungguh malam yang luar biasa dan dari pertemuan pertama itu dalam hati saya bergumam, "saya beruntung dan sama sekali tak menyesal Alloh takdirkan saya untuk hadiri mentoring bisnis ini", sambil tersenyum.

Saya Fauzan Rakhman,
Saya cinta sekali bumi Alloh yang indah ini, beberapa kali Alloh beri kesempatan untuk daki beberapa gunung dan merasakan betapa kecil dan kerdilnya diri didunia ini. Alloh juga sempatkan kunjungi beberapa laut pantai selatan indonesia dengan pesona karang terjal ombak hijau menggulung besar yang kemudian pecah dibibir karang berbuihan. Membayangkan betapa banyaknya dosa diri atas kemaksiatan selama ini semoga Alloh ampuni. Saya pun suka berwisata kuliner kue khususnya karena Alloh takdirkan saya jarang makan nasi dan lebih sering perut terisi dengan roti dan cake yang menurut saya lebih mudah memakannya dan sama kenyangnya :). Namun saya terenyuh saat suapan pertama yang sampai di lidah tak sesuai harapan imajinasi saya, saya sering mendapati penjual yang begitu asal menjual menyajikan produk makanan mereka lezatnya tak sampai menyentuh hati saya. Lain halnya ketika saya jumpai makanan yang disajikan cantik, penjualnya tersenyum mengantarkan makanan, dan ketika disuapan pertama rasa yang begitu lezat sampai ke hati membuat lebih bahagia dan di saat yang bersamaan ketika saya merasakan kelezatan makanan itu saya suka membayangkan masih banyak saudara-saudara saya diluar sana hidupnya "yang penting Makan" tak peduli itu bekas makanan sisa mengais atau bahkan tak makan sama sekali. Dalam hati saya berikrar,

 "Kalau saya suka makanan yang enak lezat, maka orang lainpun wajib merasakan kelezatan yang saya rasakan".

Hal itulah yang menjadi Ruh bisnis toko koewe special lapis Surabaya @javaSpikoe saya. Saya katakan kepada Partner bisnis saya yang juga Chef ini, "kita berdua suka kue yang lezat, jadi buatlah kue yang lezat untuk konsumen, karena konsumen juga seperti kita suka dengan kue yang lezat". Dan Alhamdulillah setelah beberapa kali percobaan dan ditemukan rasa dan resep yang pas kami beranikan diri untuk launching produk pertama kami ini ke masyarakat kurang lebih mulai 1 tahun yang lalu. kemudian dalam suatu kesempatan Guru saya @kangRendy pernah bilang, "kamu itu orangnya mau belajar itu kelebihan kamu, pertahankan itu”. Yah benar  saya nikmati sekali saat-saat belajar apapun kondisinya seperti yang saya jalani 2 bulan di Bandung beberapa bulan lalu.  Beberapa Guru yang lain berpesan,

"ilmu yang tak bermanfaat bagi umat hanya akan sampai liang lahat, lain dengan ilmu yang bermanfaat yang kau dapat lalu kau ajarkan kepada umat, maka zariah kebermanfaatannya takkan putus walau kau telah terbaring di liang lahat, iya kan jadi sinar yang terangi gelap kuburmu, yang kan jadi teman kesendirianmu, maka sampaikan kebaikan walau sedikit, sebelum nafas sampai ditenggorokan”.

Pesan ini yang membuat saya bersemangat untuk terus berbagi kepada sahabat dalam kesempatan apapun dari media apapun. Saya berharap ada sedikit kebaikan yang diridhoi Alloh yang membuat timbangan kebaikan diri lebih berat dari kemaksiatan yang telah diperbuat. InshaAlloh bulan maret ini saya akan pulang ke Balikpapan untuk berbagi kepada sahabat disana yang ingin memulai Usaha, semoga acara ini terselanggara dengan lancar atas izin Alloh, amien.

Saya ingin menginspirasi 4 juta sahabat pengusaha muda yang mampu berdiri diatas mimpi pribadi dengan keyakinan penuh kepada Alloh SWT. Saya ingin melezatkan hidup saudara-saudara dhuafa sehingga mampu hidup mandiri dan berkecukupan . Saya akan kembangkan  JavaSpikoe&Coffee yang kan jadi Center Point bisnis berbasis dakwah paling Cozy yang pernah ada. Saya berharap ada salah satu kebaikan menjadi bekal saat bertemu Alloh kelak  ,InshaAlloh.

Inilah Fauzan Rakhman, sekarang giliran sahabat semua untuk jujur kenali diri, Karena Jika Sahabat Yakin Maka kenalilah diri...

Follow saya @FauzanMaliq

Selasa, 28 Februari 2012

Peyakin itu Percaya Dia

“keyakinan Murni yang tak tercampur oleh apapun, kebergantungan diri yang utuh kepada Alloh SWT sebagai sebaik-baiknya penolong.”

Jika mau ditanya, “siapakah Makhluk Alloh yang paling yakin PadaNYA?”.  Maka semua setuju, siapa lagi kalau bukan kekasihNYA,ia itu Rasulullah SAW.  Yakin yang dimilki Rasulullah SAW tiada duanya, yakin dengan sebaik-baiknya keyakinan yang paling utuh kepada Alloh SWT.

Seperti yakinnya beliau berazzam akan menaklukkan Konstatinopel gerbang dunia barat dan timur, padahal sedang terdesak dikepung 10.000 pasukan musuh dalam beratnya Perang khandaq. Musuh-musuh Alloh itu lalu menertawakan dan mengatakan Rasulullah SAW gila, bagaimana mungkin ditengah keterdesakan  seperti itu Rasullah malah berfikir menaklukan Konstatinopel digdaya kala itu. Yakin dengan seteguh-teguhnya keyakinan yang akhirnya membuat tubuh dan dengkul pasukan musuh bergetar tersungkur lemas menyerah dan kemenangan bagi pasukan Islam.

Yakin itu menentramkan , setentram hati Siti hajar bersama Ismail yang ditinggalkan Nabi Ibrahim Alayhisalam  tuk tunaikan perintah Alloh SWT. Ketentraman ditengah terik panas Makkah membakar pasir dilahan kering nan tandus. Yakin yang hadirkan ketenangan di jiwa Siti Hajar karena percaya ada Alloh yang kan menjamin hidup mereka. Keyakinan penuh Siti Hajar yang berujung manis dan melegenda saat air jernih keluar dari kaki anaknya Ismail, sebaik-baiknya air di dunia, Zam-zam. Sebuah keyakinan Murni yang tak tercampur oleh apapun, kebergantungan diri yang utuh kepada Alloh SWT sebagai sebaik-baiknya penolong.

Keyakinan itu tak malah jadikan takjub pada diri tapi justru membuat badan Rasulullah bergetar menangis terisak menengadah memohon kepada Alloh di Padang Badar. Yakin yang membuat sadar bahwa diri adalah selemah-lemahnya makhluk yang tak berarti dan tak berdaya tanpa pertolongan Alloh. Bukan keyakinan atas diri yang angkuh seperti Abu Jahl yang menantang untuk dihujani batu dari langit jika memang benar atas Islam yang dibawa Rasulullah.

Yakin juga yang membuat Musa Alauhi salam yang gagap bicaranya, lusuh pakaiannya, diwahyukan tuk sampaikan kebenaran Alloh kepada Fir'aun yang lantang bicaranya berkilauan pakaiannya. Yakin yang membuat Musa dengan tongkatnya atas izin Alloh SWT membelah laut dan kemudian melewati bersama pengikutnya tanpa basah telapak kaki sedikitpun dari kejaran Fir'aun dan pasukannya yang keji. Bukan yakin seperti Fir'aun yang merasa dirinya Tuhan tanpa malu mengatakan "Ana rabbakumul a'la" “Akulah Tuhan kalian yang Maha tinggi”, yang kemudian binasa lenyap luluh lantah bersama pasukannya hanyut tergulung ombak.

Semoga Alloh takdirkan miliki hati yang teguh tuk yakini bahwa Allohlah Satu yang Patut disembah. Hati yang sepenuhnya percaya bahwa Allohlah sebaik-baiknya tempat bergantung dan memohon atas segala pertolongan semua masalah.  bukan hati yang takjub pada diri yang berujung pada kebinasaan penuh kehinaan. Semoga Alloh Jadikan diri makin Taat atas segala perintahNYA dan takut akan siksaNYA.

inshaAlloh

follow @FauzanMaliq

Ada Alloh dibelakang Peyakin


“Ada yang bisikkan di hati dan fikiran saat diri mulai merasa takut dan khawatir. Tak usah khawatir ada Alloh yang akan tolong dan cukupkan semua"

Tetiba Jari ini lihai diatas keyboard tanpa ada perasaan apa-apa menulis, "saya ingin Nyantri di Bandung 2 bulan". Keesokan harinya, Partner bisnis Toko Koewe JavaSpikoe saya bertanya, setelah semalam ia membaca status FB, BBM dan twitter saya.
"Mau Nyantri ke Bandung ngapain? Dengan siapa disana?", tanyanya sedikit bingung sambil berkerut dahinya.
"Gak tau mau dimana dan dengan siapa, pokoknya mau nyantri disana", jawab saya yang juga bingung dengan dorongan hati ini.
"Okelah, semoga ini rencana baik Alloh", tutup Citra, partner saya itu.

Baru saja saya masuk ke dunia Twitland setelah membaca beberapa buku, banyak penulis buku yang sekaligus sebagai Motivator, Inspirator, Ustadz, Entrepreneur semua ada disana membagi ilmunya, GRATIS! Mulailah tangan lincah menekan tombol follow orang-orang sukses dengan bidang mereka masing -masing , dan benar, mereka berhasil mencuri perhatian saya dan Resmilah saya sebagai generasi "jempol kuat" yang lebih sering merunduk asik mengikuti kultwit orang-orang super ini. Ada Gurunda @salimafillah dgn bahasanya yg  berdendang berkisah tentang  Sejarah Islam bak kitab berjalan dibumi Alloh, kemudian  Inspirator #suksesmulia Pak @jamilazzaini yang akrab dipanggil "kakek" guru dengan bahasa santai tapi mancep dan tulisannya yang update setiap pagi, Lalu @katajuragan Mas Jaya Setiabudi Pengusaha yang berhasil membuat saya betah dalam posisi terpepet-pepet dan kemudian mata saya tertuju pada sebuah akun @kangrendy yang di twitnya sering berkicau soal Komunitas Darusy Syababnya, Madrasah Mujahid Bisnisnya, dan kenapa tertuju ke akun ini karena beliau pernah saya Dzalimi dulu waktu masih di SMA. Beliau kakak kelas saya di SMP maupun SMA.

Saya belum pernah bertemu mereka semua sebelumnya tapi saya sudah niatkan dan berdo'a kepada Alloh ingin sekali berjumpa dengan mereka.

@kangrendy dia kakak kelas saya yang kehidupan sekolahnya luar biasa juara umum, dipuja sanjung oleh para guru disekolah. Kontribusinya disekolah, terutama di keagamaan Rohis sekolah, sedangkan saya adalah  adik kelas preman kelas teri yang usilnya luar biasa kerjaannya hanya menunggu istirahat tiba dan main bola dilapangan sekolah dan keusilan dari sujuta keusilan yang pernah saya lakukan dan yang paling saya sesali sampai sekarang adalah saya suka matikan sekring listrik mushola ketika khatib ceramah diatas mimbar dan tebak siapa yang berlari-lari menyalakan sekringnya?! Dia! @kangrendy! Saya mengintip dari pojok tembok sambil cekikikan melihat @kangrendy berlari tergesa-gesa mengecek sekring listrik, dan itu hampir setiap jum'at. Dulu saya tertawa terbahak-bahak, tapi beberapa tahun belakangan itu menjadi hal yang buat saya sering menangis sampai puncak perasaan bersalah itu saya berdo'a kepada Alloh, "Ya Rabb, jika berkenan kau panjangkan umur ini, izinkan fauzan bertemu @kangrendy, saya mau peluk minta maaf dengan beliau". Amien..Baru sekarang saya sadar kalau do'a yang bertahun lalu saya mohonkan kepada Alloh ternyata diijabah, pertanda itu dimulakan dari tak sadarnya jari ini lihai menulis "saya ingin Nyantri dibandung 2 bulan". Saya beranikan Invite Pin BB yang ada di Profil Twitternya, Alhamdulillah di Accept. Tak menunggu lama saya langsung bilang, “Kak, saya Fauzan, masih ingat?"
“Maaf kakak lupa", syukurlah,,,
"Saya mohon maaf, saya dulu dzalim sama kakak saya yang suka matiin sekring listrik di Mushola setiap Jum'at".
“masyaalloh”, ujarnya.
"Semoga Alloh panjangkan umur silaturahmi langsung ke kakak, saya mau peluk dan minta maaf" sambung saya. "bolehkah saya menjadi Muridmu kak?" tanya saya mengiba.
"Boleh kenapa gak?! Kamu punya bisnis ya,?! Kalau kamu memang serius mau belajar, ayo ke Bandung, nyantri 2 bulan disini", ajaknya antusias.

Bingo! 2 bulan persis apa yang saya tulis di Status Fb, BBM dan Twitter. "Baik kak, bismillah saya berangkat tanggal 2 Januari saya sudah di Bandung untuk ikut mentoring Bisnisnya" tantang saya.
"Bisnis kamu gak apa-apa? Ada yang jalanin? Kamu nanti tinggal dimana?", tanyanya mendesak
“Sejak awal, bisnis sudah berjalan tanpa saya, saya sudah delegasikan semua ke tim. Soal tinggalnya dimana, saya gak tau juga mau tinggal dimana, tapi yang penting saya berangkat dulu pokoknya" jawab saya penuh yakin.
"Oke sampai ketemu dibandung ya".

Keesokan harinya saya betemu dengan tim toko koewe JavaSpikoe, "saya mau ke Bandung, mau mentoring bisnis ya. Saya tinggal dulu. Bisa kan berjalan tanpa saya? Nanti kalau ada apa-apa, laporannya via telp dan email saja".
"Bisa, kami bisa!", jawab tim saya yakin. "Syaratnya, sepulang dari Bandung, bagi ilmunya ke kami dan bangun bisnis di Surabaya", sambungnya.

Meluncurlah saya ke stasiun, berharap masih kebagian tiket karena waktu itu super weekend libur Natal dan Tahun baru. Benar saja, tiket habis sampai tgl 4januari ke Bandung. Saya berdo'a, "Ya Rabb, kalau KAU takdirkan aku ke Bandung, mudahkanlah", saya tutup doa dengan mengusap muka. Alhamdulillah Kereta habis, Bis Express pun jadi. Janji sudah terucap azampun sudah bulat minggu 1 januari 2012 saya berangkat ke Bandung dengan Bandung Express, dengan sedikit  berat meninggalkan Toko koewe Javaspikoe Mungil dan Konveksi jahit yang mulai Ramai garapan.

18 jam terasa ringan bagi diri yang sudah begitu yakin kalau memang ikhtiar ini akan membawa kebaikan, ikhtiar menjemput ilmu dan semoga Alloh Ridho dan diri bertambah cinta kepadaNya karena kesempatan yang telah diberi. 18 jam tak diri siakan sebagai waktu mustajabah saat safar, saat tepat dan indah mendo'akan Mama Bapak di Balikpapan, Saudara, dan keluarga besar, sampai ponakan tak terlewat, para guru dan ustadz yang selalu tuntun hati dan ingatkan untuk lakukan kebaikan. Waktu mustajabah tuk mohonkan ampun atas semua orang dicintai termasuk diri yang dosa menumpuk setinggi gunung tak terhitung bak buih ombak pecah dilautan.

Jam 9 Pagi keesokan harinya tiba saya di Bandung dan langsung naik taksi menuju tempat saya dan @kangrendy janjian bertemu. Dan inilah kebesaran Alloh yang penuh kasih pengabul semua do'a. Menunggu sebentar sambil nikmati secangkir moccachino hangat di McD Dago, baru beberapa seruput datanglah sebuah Avanza silver, dan keluar 2 orang dari dalamnya , yess dia @kangrendy dan @tanyarohmad yang kemudian saya tau kang rohmad ini adalah soulmate @kangrendy. Haru..Alloh pertemukan saya dengan @kangrendy. Saya peluk dia dan saya bisikan "maaf lahir batin ya kak saya sudah dzalim sama kakak".
“Sama-sama ya, kakak juga lupa”. Kemudian kami pindah ke meja yang lebih besar. Kami sarapan bersama, sambil menyantap, @kangrendy bertanya, "kamu mau tinggal dimana?".
Merunduk dan tergagap saya menjawab, "belum tau juga kak, ada beberapa teman yang menawarkan, tapi...".
"ya sudah, tinggal dikantor saya aja nanti biar disiapkan", sela @kangrendy. Selesai sarapan kami langsung meluncur ke Saputra Empire, kerajaan bisnis @kangrendy. Sampai disana, dipanggilnya beberapa pemuda yang ada disana untuk siapkan kamar untuk saya.."Alhamdulillah", dalam hati saya berucap syukur.
"Maaf ya cuma bisa kasih tempat ini, semoga betah, sekarang bersih-bersih dulu, istirahat malam ini kita langsung mulai Mentoring bisnisnya", ujarnya persilahkan saya masuk kekamar.
"Terimakasih ini sudah lebih dari cukup", pungkas saya sambil tersenyum.
Lelah 18 jam tak terasa sama sekali bahkan saya sudah tak sabar mengikuti pertemuan pertama madrasahmujahidbisnis #MMB yang rutin selam & minggu setiap senin malam jam 8 malam. Dan disanalah wisata itu dimulai..

Kalau ditanya kok nekad? Sayapun tidak tahu harus jawab apa. Kok mau sih kan belum tahu Bandung sama sekali? Apalagi itu sungguh saya tak tahu harus bagaimana jawabnya. Kok bisa ketemu @kangrendy gimana ceritanya? Kan gak dekat dulunya? Ya sekali lagi saya juga bingung jelaskannya mulai dari mana. Saya hanya merasa ada kekuatan besar yang mendorong saya dari belakang dan sering kali bisikan dalam hati dan fikiran saya, "tak usah khawatir ada Alloh yang akan tolong dan Cukupkan semua". Seketika, takut khawatir hilang setiap saya ingat-ingat bisikan itu. Saya hanya ingin upayakan semampu kemampuan dengan sebaik-baiknya ikhtiar saya mau belajar dan saya harus jemput ilmunya, itu saja. Soal tempat tinggal, makan, dan lain sebagainya, saya pasrahkan saja.
Saya yakin dan Ada Alloh dibelakang saya, karena Saya Yakin.

follow @FauzanMaliq

Bergandengan Tangan dalam Mimpi


"segunung uang sungguh takkan mampu membayar darah yang teralir dan daging yang menempel dalam diri anak darah daging orangtuanya"

Beberapa bulan lalu, saya mengikuti kelas mentoring business #madrasahmujahidbisnis (mmb) bersama @kangrendy selama 2 bulan di bandung. Bertemu sahabat-sahabat baru, terbuka mata, bagaimana jalani usaha yang sesungguhnya, sebuah pengalaman yang luar biasa lezat. Berada dalam sebuah kelas bisnis non formal membuat kami para siswa (baca:santri) merasa dekat dan tak ubahnya seperti keluarga besar dalam majelis ilmu. Diakhir-akhir pertemuan mentoring itu, tampak seorang santriwati yang sedikit murung mendekat dan mulai berkeluh kesah.
"Kak doa'ain aku yah, supaya ortu ridho sama bisnis yang aku jalanin" ujarnya dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca.
“Aku pengen banget lanjutin bisnis aku tapi orang tua maunya aku jadi guru (PNS) aja", lanjutnya semakin galau.
“Orang tua sampai palingkan muka kalo aku sudah mulai-mulai ngomongin bisnis” dan isaknya pun mulai terdengar. Saya tertunduk, ada yang menyesak di dada dan tenggorokan, haru karena pun saya pernah rasakan dan alami keadaan yang serupa.
"baik jadi begini", saya coba menenangkan sambil menatapnya lekat-lekat,

Sahabat terbayangkah saat diri sukses nanti miliki segalanya? rumah, uang berlimbah, kendaraan mewah, tapi orang tua telah sakit hatinya karena luka durhaka anaknya? Demi Alloh, rumah, uang dan jejeran kendaraan mewah itu takkan sanggup membayar darah yang teralir dan daging yang menempel pada diri sebagai darah dan daging mereka.

#kataguruku, "sesuatu yang baik belum tentu tertangka niat dan maksud baiknya karena buruknya sikap dan ucap dalam penyampaiannya". Seringkali kita sebagai anak yang merasa sudah sekolah tinggi-tinggi tahu ini itu, kemudian sampaikan apa yang dimau dengan kesan menggurui. Pesan dan maksud baik dari niat dan mimpi tersamar kabut luka karena kasar dan angkuhnya ucap dan sikap seorang anak kepada orangtuanya".

Menetes air matanya, bergetar badannya yang bersandar di kursi besi berbantal abu-abu di auditorium Saputra Empire malam itu.

Sahabat, aku pun pernah alami hal yang serupa, ketika aku putuskan tuk memilih jadi pengusaha dan tak melamar pekerjaan seperti kebanyakan. Setiap teleponnya bapak terus membujuk pulang ke Balikpapan (bisnis di Surabaya) beliau bilang "pulanglah san kasihan mama, dia hanya mau buatkanmu sarapan sebelum kamu berangkat dan siapkan makan saat kamu pulang berlelah dari kantor". Sesak, coba bertahan beberapa hari lalu saya pun meminta izin kepada tim bisnis di Surabaya untuk pulang ke Balikpapan".

Saya mulai jalani hidup di Balikpapan setelah hampir 6 tahun meninggalkan rumah untuk kuliah. Bapak rajin sekali beli koran sepulang kerja apalagi sabtu minggu "ini dibaca! sapa tau ada lowongan"...perasaan saya menolak namun ketakutan menjadi durhaka dan buat hati orang tua luka lebih mengemuka. Saya baca korannya lingkari perusahaannya buat surat lamarannya. Satu-satunya penguat saat itu dan gantungan hidup sampai sekarang adalah Alloh SWT. Saat surat lamaran pun selesai saya buat lalu saya berdo'a kepada Alloh," Ya Rabb, kusempurnakan ikhtiarku untuk tak sakiti hati orangtuaku, karena aku yakin ridho mereka adalah ridhomu ya Rabb, kalau memang ini baik bagiku dan keluargaku muluskan lamaran ini, jika tidak tuntun hati diri dan orang tua agar ridho fauzan berbisnis. wahai Engkau yang bolak-balikkan hati, lembutkanlah". Benar saja 3 bulan di Balikpapan, hanya 1 yang merespon lamaran pekerjaan saya itu pun gugur di tes kedua, kemudian saya berdo'a lagi . "ya Rabb, jika ini pertanda fauzan harus balik ke Surabaya, maka bantu fauzan utarakan ke orangtua, terutama mama".

Pulang dari belanja melihat wajah mama yang dingin hanya melengos dihadapan karena sudah meraba kepulangan saya ke Surabaya. Saya gandeng tangannya, saya ajak beliau masuk kamarnya dan duduklah ia diatas pinggiran kasur dan saya duduk dilantai.

"Ma", sambil mencium tangannya, "izinkan fauzan kembali ke Surabaya jalankan usaha yang sudah ada, sungguh berbisnis dengan restu dan ridho mama saja fauzan terseok kesusahan tak terbayang jika mama gak ridho, susah hidup fauzan, Ma", dada yang sesak sedikit lega bersama air mata dan isak tangis kami berdua.
Dielusnya kepala saya, "mama hanya ingin kamu hidup enak zan, mama sedih kalau kamu hidup susah terlunta di tuamu nanti", ujarnya sambil terbata.
"kalau soal itu fauzan sepakat, anak mana yang ingin hidupnya susah, bisnis ini memang susah tapi fauzan yakin sama pilihan ini, pliss mama ridho", bujuk saya. 
"baiklah, kalau itu pilihanmu mama ridho, kalau kamu mau bisnis jangan setengah-setengah, kamu harus janji sama mama". Kemudian kami berpelukan dalam haru kasih sayang orangtua dan anak bungsunya dan beberapa hari kemudian, saya kembali ke Surabaya untuk kembali jalani bisnis dengan perasaan selega-leganya. Alhamdulillah begitulah kisah haru sepanjang sejarah hidup saya, 2 hati yang saling bertolak kini berjalan beriringan, dua hati yang yang dulau keras Alloh lunakkan dengan kasih sayangnya.

Begitulah sahabat lewati perbedaan dengan orang tua, saya berharap kisah ini bisa jadikan pelajaran tuk satukan mimpi dengan orang tua. Karena sebenarnya orang tua hanya ragu dan sedang menunggu pembuktian dari buah hatinya. Buktikan saja kalau memang bisnis ini adalah pilihan hidup kita.

Bergandengan dalam mimpi, berjalan beriringan, penuh cinta saling do'akan dalam ketulusan dan keridhoan, karena ridho mereka adalah ridho alloh juga :)
Saya do'akan semoga kita terus pantaskan dan perbaiki diri agar orang tua yakin dan ridho atas pilihan hidup kita masing-masing.

"Sepulang dari sini nanti raih tangan ibu bapak dirumah mohonkan maaf peluk mereka". Anjuran saya sekaligus pungkasi bincang malam itu.
"Terimakasih, Kak", sambungnya dengan wajah tak sekalut dimuka tadi.

Alhamdulillah tak ada kebahagiaan yang sebanding saat mampu turut hati merasakan apa yang dirasakan sahabat dan saudara yang lain. Jangan lepas gandengan tangan dalam mimpi dengan orang-orang yang terkasih.

follow @FauzanMaliq

Senin, 27 Februari 2012

Mimpi itu Lezat

Jika semua orang sukses ditanya darimana memulai apa yang mereka dapat nikmati dengan segala pencapaian saat ini maka semua jawabannya serentak adalah memulainya dari "Mimpi".

Mimpi adalah seperti sebuah kekuatan magis yang dimiliki semua orang-orang besar yang mimpinya juga besar sebagai pembaik kehidupan. kekuatan yang membuat sang pemimpi jadikan penjara sebagai istirahatnya, bekerja sebagai tamasyanya dan lelah dalam senyum kebahagiannya.
mimpi yang tak pernah terbatasi oleh usia Tua-muda, status sosial , kaya-Miskin, agama.  semuanya boleh bermimpi tanpa syarat dan ketentuan yang berlaku .

mimpi besar itu bukan takabur, justru mereka yang bermimpi besar adalah pribadi yang sadar betul dirinya lemah dan tak berdaya namun iya terus berusaha sampai batas akhir kemampuaannya yang dalam keyakinan menghujam dalam diri ada Alloh yang Maha kuat yang memiliki Unlimited Power yang mendukung mimpi2 besarnya. mereka para pemimpi bukan pribadi yang tegap menantang penuh keangkuhan tapi justru pribadi yang rajin merunduk dengan tubuh bergetar khawatir  namun selalu menengadahkan tangan kepada Alloh memohon dibimbing dan dikuatkan atas niatan dalam mimpi-mimpi baiknya

sebaik-baiknya mimpi adalah mimpi yang sedari awal diniatkan tak hanya untuk kebaikan dan kepentingan pribadi tapi justru mimpi yang diimani sebagai pembaik jalan kebaikan dan kebermanfaatan bagi orang lain. "dan seindah-indahnya mimpi adalah mimpi yang diwujudkan dengan penuh kesungguhan diperjuangkan sampai batas kemampuan diri (baca:mentok) dengan sebaik-baiknya ikhtiar (Action)".

teriring do'a untuk semua sahabatku sang pemimpi besar untuk kebaikan dan pembaik kehidupan dimasa datang, selamat bermimpi sahabat karena mimpi itu Lezat masih malu dan takut sahabat tuk bermimpi???

follow saya @fauzanMaliQ

Minggu, 26 Februari 2012

Bahagia Diatas Mimpi

saya adalah bungsu dari 7 bersaudara, kami sekeluarga yang sudah terbiasa dengan iklim persaingan mulai dari persaingan sekolah favorit pacar siapa yang paling cantik, gadget siapa yang paling keren sampai sekarang pekerjaan siapa yang paling bonafit.

diantara seluruh saudara, saya merasa yang mendapat kebebasan lebih untuk melakukan apapun yang saya suka sepanjang itu positif saat kecil bermain dikubangan lumpur, main ditengah hutan, mengejar layangan putus ditengah terik matahari termasuk memilih bidang study yang saya rasa saya suka dan mampu.
"terserah kamu saja asalkan kamu gak aneh-aneh", kata orang tua saya.
dan benar saya merasa hidup saya lebih berwarna dibanding teman-teman yang untuk bermain saja dipilihkan oleh orang tuanya, jurusan study mau orang tuanya sampai pekerjaan pun orang tua yang mencarikan. semua mau orang tua atau orang lain. tak heran saya sering mendengar kisah dan bertatap muka langsung dengan mereka yang hidup diatas gairah orang lain. belajar ya belajar tapi gak ada gairah, bekerja ya datang kekantor tapi kerjaannya liat jam tangan melulu menunggu pulang jam 5, padahal masih jam 10 pagi.gelisah


balik kecerita saya..
saya merasa paling bersyukur memiliki keluarga semoderat itu.
sejak masih SMA saya sudah suka yang namanya urusan jual-jualan, bahkan kalau mau dirunut saya sudah memulai debut jualan saya kelas 1 SD, menjual kok bulutangkis bekas kepaman saya pengerajin lukisan timbul. sampai kuliah apa saja saya jual Pulsa, Baju, sepatu, jam tangan dan samapai pada sebuah titik saya merasa enjoy jualan no day without selling. karena ternyata #kataGuru saya selling itu penting kalo tidak jualan kepala jadi pening, jalan miring2, lama-lama jadi orang sin.." dan awal semester pertama saya langsung putuskan kalo saya mau jadi "pengusaha kuliner terlezat di Indonesia"

ini mimpi paling extream dalam sejarah keluarga saya, karena hanya saya satu-satunya anak yang mengambil jalan ke 6 saudara yang lain bekerja menjadi karyawan swasta mulai dari perusahaan ecek-ecek sampai perusahaan no Wahid di Indonesia

mimpi menjadi seorang pengusaha kuliner inilah yang saya nikmati saat ini..melakukan apapun yang berhubungan dengan entrepreneurship kuliner khususnya mulai dari berburu buku-buku baru, berguru kepada para Coach yang lebih ahli, bertemu klien semua saya lakukan dengan senang hati dengan perasaan setulus-tulusnya.
saya anggap pekerjaan saya adalah tamasya. masalah yang saya hadapi ada jamu pahit pembugar tubuh dan lelah dalam senyum dan kepuasan. karena saya telah berdiri diatas mimpi pribadi saya bukan mimpi orang tua atau mimpi orang lain.

Hidup hanya sekali, masih maukah terus-terusan menderita menjalani hidup diatasgairah orang lain? saya sudah tentukan mimpi saya menjadi pengusaha kuliner javaSpikoe terlezat di Indonesia

sekarang apa mimpi sahabat???

Follow saya @fauzanMaliQ

Memulai

Pagi ini sahabat saya Rani yang akir-akhir ini kami Rajin berkomunikasi Via BBM
berhasil dengan sukses membuat saya berani untuk belajar untuk mulai menulis dan meng Upload Tulisan saya ke Bloq pribadi ini
Takut ada, takut tulisan gak bermutu, takut gak ada yang baca, takut gak bisa rutin kehabisan ide
dan itu semualah yang berhasil membuat tulisan-tulisan hanya berujung pada folder-folder tulisan yang tak pernah terupload

Tapi janji sudah terucap azzampun telah bulat.
izinkan saya ikut memberi warna dan menjadi corak dalam tulis menulis ini.
kesemuanya untuk kepuasan pribadi syukur-syukur bisa memberi manfaat kepada sahabat yang lain.
minimal ada tanda sejarah untuk dongeng anak-cucu menjelang mereka tidur yang dibacakan oleh ibu atau neneknya nantinya..
bahwa ayah-kakeknya sepanjang hidupnya pernah menulis :)

izinkan belajar sambil berjalan, bersabar melewati 10.000 jam tuk mahir dalam hal menulis ini
walaupun nantinya harus tertawa tesipu malu menengok tulisan yang pernah diUpload sebelumnya.
semoga bisa menikmati masa belajar ini,tertawa dan tersenyum bak bayi yang baru belajar berjalan yang berulang jatuh namun wajahnya tetap Riang

salam kenal sahabat

Follow saya on Twitter @fauzanMaliQ