Selasa, 28 Februari 2012

Ada Alloh dibelakang Peyakin


“Ada yang bisikkan di hati dan fikiran saat diri mulai merasa takut dan khawatir. Tak usah khawatir ada Alloh yang akan tolong dan cukupkan semua"

Tetiba Jari ini lihai diatas keyboard tanpa ada perasaan apa-apa menulis, "saya ingin Nyantri di Bandung 2 bulan". Keesokan harinya, Partner bisnis Toko Koewe JavaSpikoe saya bertanya, setelah semalam ia membaca status FB, BBM dan twitter saya.
"Mau Nyantri ke Bandung ngapain? Dengan siapa disana?", tanyanya sedikit bingung sambil berkerut dahinya.
"Gak tau mau dimana dan dengan siapa, pokoknya mau nyantri disana", jawab saya yang juga bingung dengan dorongan hati ini.
"Okelah, semoga ini rencana baik Alloh", tutup Citra, partner saya itu.

Baru saja saya masuk ke dunia Twitland setelah membaca beberapa buku, banyak penulis buku yang sekaligus sebagai Motivator, Inspirator, Ustadz, Entrepreneur semua ada disana membagi ilmunya, GRATIS! Mulailah tangan lincah menekan tombol follow orang-orang sukses dengan bidang mereka masing -masing , dan benar, mereka berhasil mencuri perhatian saya dan Resmilah saya sebagai generasi "jempol kuat" yang lebih sering merunduk asik mengikuti kultwit orang-orang super ini. Ada Gurunda @salimafillah dgn bahasanya yg  berdendang berkisah tentang  Sejarah Islam bak kitab berjalan dibumi Alloh, kemudian  Inspirator #suksesmulia Pak @jamilazzaini yang akrab dipanggil "kakek" guru dengan bahasa santai tapi mancep dan tulisannya yang update setiap pagi, Lalu @katajuragan Mas Jaya Setiabudi Pengusaha yang berhasil membuat saya betah dalam posisi terpepet-pepet dan kemudian mata saya tertuju pada sebuah akun @kangrendy yang di twitnya sering berkicau soal Komunitas Darusy Syababnya, Madrasah Mujahid Bisnisnya, dan kenapa tertuju ke akun ini karena beliau pernah saya Dzalimi dulu waktu masih di SMA. Beliau kakak kelas saya di SMP maupun SMA.

Saya belum pernah bertemu mereka semua sebelumnya tapi saya sudah niatkan dan berdo'a kepada Alloh ingin sekali berjumpa dengan mereka.

@kangrendy dia kakak kelas saya yang kehidupan sekolahnya luar biasa juara umum, dipuja sanjung oleh para guru disekolah. Kontribusinya disekolah, terutama di keagamaan Rohis sekolah, sedangkan saya adalah  adik kelas preman kelas teri yang usilnya luar biasa kerjaannya hanya menunggu istirahat tiba dan main bola dilapangan sekolah dan keusilan dari sujuta keusilan yang pernah saya lakukan dan yang paling saya sesali sampai sekarang adalah saya suka matikan sekring listrik mushola ketika khatib ceramah diatas mimbar dan tebak siapa yang berlari-lari menyalakan sekringnya?! Dia! @kangrendy! Saya mengintip dari pojok tembok sambil cekikikan melihat @kangrendy berlari tergesa-gesa mengecek sekring listrik, dan itu hampir setiap jum'at. Dulu saya tertawa terbahak-bahak, tapi beberapa tahun belakangan itu menjadi hal yang buat saya sering menangis sampai puncak perasaan bersalah itu saya berdo'a kepada Alloh, "Ya Rabb, jika berkenan kau panjangkan umur ini, izinkan fauzan bertemu @kangrendy, saya mau peluk minta maaf dengan beliau". Amien..Baru sekarang saya sadar kalau do'a yang bertahun lalu saya mohonkan kepada Alloh ternyata diijabah, pertanda itu dimulakan dari tak sadarnya jari ini lihai menulis "saya ingin Nyantri dibandung 2 bulan". Saya beranikan Invite Pin BB yang ada di Profil Twitternya, Alhamdulillah di Accept. Tak menunggu lama saya langsung bilang, “Kak, saya Fauzan, masih ingat?"
“Maaf kakak lupa", syukurlah,,,
"Saya mohon maaf, saya dulu dzalim sama kakak saya yang suka matiin sekring listrik di Mushola setiap Jum'at".
“masyaalloh”, ujarnya.
"Semoga Alloh panjangkan umur silaturahmi langsung ke kakak, saya mau peluk dan minta maaf" sambung saya. "bolehkah saya menjadi Muridmu kak?" tanya saya mengiba.
"Boleh kenapa gak?! Kamu punya bisnis ya,?! Kalau kamu memang serius mau belajar, ayo ke Bandung, nyantri 2 bulan disini", ajaknya antusias.

Bingo! 2 bulan persis apa yang saya tulis di Status Fb, BBM dan Twitter. "Baik kak, bismillah saya berangkat tanggal 2 Januari saya sudah di Bandung untuk ikut mentoring Bisnisnya" tantang saya.
"Bisnis kamu gak apa-apa? Ada yang jalanin? Kamu nanti tinggal dimana?", tanyanya mendesak
“Sejak awal, bisnis sudah berjalan tanpa saya, saya sudah delegasikan semua ke tim. Soal tinggalnya dimana, saya gak tau juga mau tinggal dimana, tapi yang penting saya berangkat dulu pokoknya" jawab saya penuh yakin.
"Oke sampai ketemu dibandung ya".

Keesokan harinya saya betemu dengan tim toko koewe JavaSpikoe, "saya mau ke Bandung, mau mentoring bisnis ya. Saya tinggal dulu. Bisa kan berjalan tanpa saya? Nanti kalau ada apa-apa, laporannya via telp dan email saja".
"Bisa, kami bisa!", jawab tim saya yakin. "Syaratnya, sepulang dari Bandung, bagi ilmunya ke kami dan bangun bisnis di Surabaya", sambungnya.

Meluncurlah saya ke stasiun, berharap masih kebagian tiket karena waktu itu super weekend libur Natal dan Tahun baru. Benar saja, tiket habis sampai tgl 4januari ke Bandung. Saya berdo'a, "Ya Rabb, kalau KAU takdirkan aku ke Bandung, mudahkanlah", saya tutup doa dengan mengusap muka. Alhamdulillah Kereta habis, Bis Express pun jadi. Janji sudah terucap azampun sudah bulat minggu 1 januari 2012 saya berangkat ke Bandung dengan Bandung Express, dengan sedikit  berat meninggalkan Toko koewe Javaspikoe Mungil dan Konveksi jahit yang mulai Ramai garapan.

18 jam terasa ringan bagi diri yang sudah begitu yakin kalau memang ikhtiar ini akan membawa kebaikan, ikhtiar menjemput ilmu dan semoga Alloh Ridho dan diri bertambah cinta kepadaNya karena kesempatan yang telah diberi. 18 jam tak diri siakan sebagai waktu mustajabah saat safar, saat tepat dan indah mendo'akan Mama Bapak di Balikpapan, Saudara, dan keluarga besar, sampai ponakan tak terlewat, para guru dan ustadz yang selalu tuntun hati dan ingatkan untuk lakukan kebaikan. Waktu mustajabah tuk mohonkan ampun atas semua orang dicintai termasuk diri yang dosa menumpuk setinggi gunung tak terhitung bak buih ombak pecah dilautan.

Jam 9 Pagi keesokan harinya tiba saya di Bandung dan langsung naik taksi menuju tempat saya dan @kangrendy janjian bertemu. Dan inilah kebesaran Alloh yang penuh kasih pengabul semua do'a. Menunggu sebentar sambil nikmati secangkir moccachino hangat di McD Dago, baru beberapa seruput datanglah sebuah Avanza silver, dan keluar 2 orang dari dalamnya , yess dia @kangrendy dan @tanyarohmad yang kemudian saya tau kang rohmad ini adalah soulmate @kangrendy. Haru..Alloh pertemukan saya dengan @kangrendy. Saya peluk dia dan saya bisikan "maaf lahir batin ya kak saya sudah dzalim sama kakak".
“Sama-sama ya, kakak juga lupa”. Kemudian kami pindah ke meja yang lebih besar. Kami sarapan bersama, sambil menyantap, @kangrendy bertanya, "kamu mau tinggal dimana?".
Merunduk dan tergagap saya menjawab, "belum tau juga kak, ada beberapa teman yang menawarkan, tapi...".
"ya sudah, tinggal dikantor saya aja nanti biar disiapkan", sela @kangrendy. Selesai sarapan kami langsung meluncur ke Saputra Empire, kerajaan bisnis @kangrendy. Sampai disana, dipanggilnya beberapa pemuda yang ada disana untuk siapkan kamar untuk saya.."Alhamdulillah", dalam hati saya berucap syukur.
"Maaf ya cuma bisa kasih tempat ini, semoga betah, sekarang bersih-bersih dulu, istirahat malam ini kita langsung mulai Mentoring bisnisnya", ujarnya persilahkan saya masuk kekamar.
"Terimakasih ini sudah lebih dari cukup", pungkas saya sambil tersenyum.
Lelah 18 jam tak terasa sama sekali bahkan saya sudah tak sabar mengikuti pertemuan pertama madrasahmujahidbisnis #MMB yang rutin selam & minggu setiap senin malam jam 8 malam. Dan disanalah wisata itu dimulai..

Kalau ditanya kok nekad? Sayapun tidak tahu harus jawab apa. Kok mau sih kan belum tahu Bandung sama sekali? Apalagi itu sungguh saya tak tahu harus bagaimana jawabnya. Kok bisa ketemu @kangrendy gimana ceritanya? Kan gak dekat dulunya? Ya sekali lagi saya juga bingung jelaskannya mulai dari mana. Saya hanya merasa ada kekuatan besar yang mendorong saya dari belakang dan sering kali bisikan dalam hati dan fikiran saya, "tak usah khawatir ada Alloh yang akan tolong dan Cukupkan semua". Seketika, takut khawatir hilang setiap saya ingat-ingat bisikan itu. Saya hanya ingin upayakan semampu kemampuan dengan sebaik-baiknya ikhtiar saya mau belajar dan saya harus jemput ilmunya, itu saja. Soal tempat tinggal, makan, dan lain sebagainya, saya pasrahkan saja.
Saya yakin dan Ada Alloh dibelakang saya, karena Saya Yakin.

follow @FauzanMaliq

Tidak ada komentar:

Posting Komentar