“keyakinan Murni yang tak tercampur oleh apapun, kebergantungan diri yang utuh kepada Alloh SWT sebagai sebaik-baiknya penolong.”
Jika mau ditanya, “siapakah Makhluk Alloh yang paling yakin PadaNYA?”. Maka semua setuju, siapa lagi kalau bukan kekasihNYA,ia itu Rasulullah SAW. Yakin yang dimilki Rasulullah SAW tiada duanya, yakin dengan sebaik-baiknya keyakinan yang paling utuh kepada Alloh SWT.
Seperti yakinnya beliau berazzam akan menaklukkan Konstatinopel gerbang dunia barat dan timur, padahal sedang terdesak dikepung 10.000 pasukan musuh dalam beratnya Perang khandaq. Musuh-musuh Alloh itu lalu menertawakan dan mengatakan Rasulullah SAW gila, bagaimana mungkin ditengah keterdesakan seperti itu Rasullah malah berfikir menaklukan Konstatinopel digdaya kala itu. Yakin dengan seteguh-teguhnya keyakinan yang akhirnya membuat tubuh dan dengkul pasukan musuh bergetar tersungkur lemas menyerah dan kemenangan bagi pasukan Islam.
Yakin itu menentramkan , setentram hati Siti hajar bersama Ismail yang ditinggalkan Nabi Ibrahim Alayhisalam tuk tunaikan perintah Alloh SWT. Ketentraman ditengah terik panas Makkah membakar pasir dilahan kering nan tandus. Yakin yang hadirkan ketenangan di jiwa Siti Hajar karena percaya ada Alloh yang kan menjamin hidup mereka. Keyakinan penuh Siti Hajar yang berujung manis dan melegenda saat air jernih keluar dari kaki anaknya Ismail, sebaik-baiknya air di dunia, Zam-zam. Sebuah keyakinan Murni yang tak tercampur oleh apapun, kebergantungan diri yang utuh kepada Alloh SWT sebagai sebaik-baiknya penolong.
Keyakinan itu tak malah jadikan takjub pada diri tapi justru membuat badan Rasulullah bergetar menangis terisak menengadah memohon kepada Alloh di Padang Badar. Yakin yang membuat sadar bahwa diri adalah selemah-lemahnya makhluk yang tak berarti dan tak berdaya tanpa pertolongan Alloh. Bukan keyakinan atas diri yang angkuh seperti Abu Jahl yang menantang untuk dihujani batu dari langit jika memang benar atas Islam yang dibawa Rasulullah.
Yakin juga yang membuat Musa Alauhi salam yang gagap bicaranya, lusuh pakaiannya, diwahyukan tuk sampaikan kebenaran Alloh kepada Fir'aun yang lantang bicaranya berkilauan pakaiannya. Yakin yang membuat Musa dengan tongkatnya atas izin Alloh SWT membelah laut dan kemudian melewati bersama pengikutnya tanpa basah telapak kaki sedikitpun dari kejaran Fir'aun dan pasukannya yang keji. Bukan yakin seperti Fir'aun yang merasa dirinya Tuhan tanpa malu mengatakan "Ana rabbakumul a'la" “Akulah Tuhan kalian yang Maha tinggi”, yang kemudian binasa lenyap luluh lantah bersama pasukannya hanyut tergulung ombak.
Semoga Alloh takdirkan miliki hati yang teguh tuk yakini bahwa Allohlah Satu yang Patut disembah. Hati yang sepenuhnya percaya bahwa Allohlah sebaik-baiknya tempat bergantung dan memohon atas segala pertolongan semua masalah. bukan hati yang takjub pada diri yang berujung pada kebinasaan penuh kehinaan. Semoga Alloh Jadikan diri makin Taat atas segala perintahNYA dan takut akan siksaNYA.
inshaAlloh
follow @FauzanMaliq
Tidak ada komentar:
Posting Komentar