Apa enaknya
jauh dari keluarga? Kok mau-maunya jauh dari orang-orang tercinta. Sebaik
apapun oranglain namun keluarga tetap tak terganti. Ujar para guru, lelaki
pantaslah merantau jauh meninggalkan ketiak sang ibu. Pergi jauh berlabuh
meninggalkan semua kenikmatan yang telah tersuguh. Ahh memang apa enakny
tinggal jauh dari keluarga, tak ada tempat berkisah seluas keluarga, tak ada
bahu setegar bahu keluarga yang kokoh untuk sandaran saat lelah. Memilih untuk
jauh dari keluarga sebenarnya ya mencari masalah.
Tapi
kemudahan, kenikmatan dan segala fasilitas kadang sungguh melenakan. Siapa yang
tak ingin hidup mudah dan siapa yang tak ingin hidup serba berkecukupan? Tapi
apakah hidup selalu dalam kemudahan dan bergelimang kenikmatan. Jika jawabnya
tidak, lalu sudah siapkah jika ia datang merapat? Maka belajar sedini mungkin
untuk lepas dari kemudahan yang orangtua berikan adalah kebaikan. kebaikan yang
dicicil untuk ketangguhan hidup dimasa
mendatang. Bukan sombong menolak kemudahan yang orangtua berikan, namun ini
pilihan. Karena tak selamanya orangtua juga hidup dalam kecukupan dan tak
selamanya orangtua gagah berdiri seperti sekarang.
Ya memang
jauh dari keluarga sangatlah tak mudah. Tapi tak ada yang sia-sia dibalik
kesusahan saat diri ini mencoba berlatih untuk gagah hidup mandiri. Tak ada
sekecil zarrah yang tak terbalas, termasuk sekecil apapun kesusahan yang dirasa
saat pergi jauh merantau meninggalkan mereka yang terkasih. Alloh yang Maha
baik itu malu jika tak kabulkan do’a hambanya yang sedang dalam perjalanan jauh
dalam rangka ketaatan kepadanya. Pertanyaannya dalam rangka apa ya niatan kita
merantau jauh meninggalkan keluarga selama ini?
ketaatan atau kemaksiatankah, mendekatkankah atau malah menjauhkan dari
sisi Alloh?
Pergi jauh
menuntut ilmu adalah kebaikan, pun mencari rizky sampai jauh kenegri orang juga
juga tak kalah baiknya. namun cobalah koreksi hati lebih dalam benarkah semua
yang dikerjakan dalam niatan amal shalih penuh ketaatan kepadaNYA. Jika dunia
yang menjadi alasanmu merantau maka itulah yang kan kita dapatkan dan akhirat
pastikan terabaikan. Merantau demi harta maka harta yang didapat, merantau demi
kekasih pujaan hati maka diberilah sang kekasih dan apalah arti harta dan
kekasih jika semua itu akibatkan diri terpaling dari akhirat sebagai
sebaik-baiknya balasan. Maka jika sudah selama ini terlanjur merantau dengan
niatan yang salah, meng-upgrade niatan sesegera mungkin adalah keharusan.
Jadikan semua pencapaian dalam rangka ibadah amal shalih penuh ketaatan
kepadaNYA.
Selamat
perbaharui niat sahabat..
Salam, Ingin
ngobrol dengan saya follow @fauzanMaliQ di twitter