Senin, 24 Desember 2012

Apa Enaknya Merantau?


Apa enaknya jauh dari keluarga? Kok mau-maunya jauh dari orang-orang tercinta. Sebaik apapun oranglain namun keluarga tetap tak terganti. Ujar para guru, lelaki pantaslah merantau jauh meninggalkan ketiak sang ibu. Pergi jauh berlabuh meninggalkan semua kenikmatan yang telah tersuguh. Ahh memang apa enakny tinggal jauh dari keluarga, tak ada tempat berkisah seluas keluarga, tak ada bahu setegar bahu keluarga yang kokoh untuk sandaran saat lelah. Memilih untuk jauh dari keluarga sebenarnya ya mencari masalah.

Tapi kemudahan, kenikmatan dan segala fasilitas kadang sungguh melenakan. Siapa yang tak ingin hidup mudah dan siapa yang tak ingin hidup serba berkecukupan? Tapi apakah hidup selalu dalam kemudahan dan bergelimang kenikmatan. Jika jawabnya tidak, lalu sudah siapkah jika ia datang merapat? Maka belajar sedini mungkin untuk lepas dari kemudahan yang orangtua berikan adalah kebaikan. kebaikan yang dicicil untuk  ketangguhan hidup dimasa mendatang. Bukan sombong menolak kemudahan yang orangtua berikan, namun ini pilihan. Karena tak selamanya orangtua juga hidup dalam kecukupan dan tak selamanya orangtua gagah berdiri seperti sekarang.

Ya memang jauh dari keluarga sangatlah tak mudah. Tapi tak ada yang sia-sia dibalik kesusahan saat diri ini mencoba berlatih untuk gagah hidup mandiri. Tak ada sekecil zarrah yang tak terbalas, termasuk sekecil apapun kesusahan yang dirasa saat pergi jauh merantau meninggalkan mereka yang terkasih. Alloh yang Maha baik itu malu jika tak kabulkan do’a hambanya yang sedang dalam perjalanan jauh dalam rangka ketaatan kepadanya. Pertanyaannya dalam rangka apa ya niatan kita merantau jauh meninggalkan keluarga selama ini?  ketaatan atau kemaksiatankah, mendekatkankah atau malah menjauhkan dari sisi Alloh?

Pergi jauh menuntut ilmu adalah kebaikan, pun mencari rizky sampai jauh kenegri orang juga juga tak kalah baiknya. namun cobalah koreksi hati lebih dalam benarkah semua yang dikerjakan dalam niatan amal shalih penuh ketaatan kepadaNYA. Jika dunia yang menjadi alasanmu merantau maka itulah yang kan kita dapatkan dan akhirat pastikan terabaikan. Merantau demi harta maka harta yang didapat, merantau demi kekasih pujaan hati maka diberilah sang kekasih dan apalah arti harta dan kekasih jika semua itu akibatkan diri terpaling dari akhirat sebagai sebaik-baiknya balasan. Maka jika sudah selama ini terlanjur merantau dengan niatan yang salah, meng-upgrade niatan sesegera mungkin adalah keharusan. Jadikan semua pencapaian dalam rangka ibadah amal shalih penuh ketaatan kepadaNYA.

Selamat perbaharui niat sahabat..
Salam, Ingin ngobrol dengan saya follow @fauzanMaliQ di twitter

Tidak ada komentar:

Posting Komentar