Senin, 05 Maret 2012

Tabir Kebodohan

-Bukalah tabir atau kan menyesal tiada akhir-
"The Only Difference  between myself and everyone else is time an how I spend it", Allan Domb

Minggu pagi ini agak sedikit sesak ketika sahabat saya @uwyFratama harus kembali ke Jakarta setelah 3 hari berlibur di Surabaya. Kami berlibur ke Blitar menapak tilas sejarah luar biasa sang Proklamator Republik Indonesia tercinta ini, Soekarno.  Rasanya baru kemarin menjemput di Juanda sekarang harus berpisah, sedih, tapi ahh sudahlah lain kali saya akan ceritakan kisah klasik sahabat saya ini.

Apakah yang pertama kali muncul di pikiran sahabat semua ketika saya menyebutkan nama-nama berikut @Jamilazzaini, @kangrendy,dan @salimafillah ??? Yup berturut-turut mereka adalah Inspirator #SuksesMulia, Master Trainer #MudaMulia, Gurunda Penebar Risalah indah #MajelisjejakNabi. Mereka semua adalah orang-orang yang berhasil mengenali kemampuan dan kekuatan (Inner Strength) yang ada pada diri yang telah Alloh karuniakan kepada mereka dan mereka menggunakan kemampuan dan kekuatan itu dengan sebaik-baiknya ikhtiar mereka masing-masing sebagai bentuk kesyukuran kepada Alloh dan berlomba-lomba memberikan yang terbaik di bidang mereka masing-masing.

Entah betapa pekanya hati dan perasaan pak @jamilazzaini yang memiliki kemampuan mengambil hikmah dan pelajaran dari pengalaman sehari-harinya dipadu kemampuan bercerita (Story Telling) yang luar biasa menyentuh, yang mampu membuat orang-orang yang menyimak ceritanya yang baru beberapa menit lalu tertawa terbahak-bahak lalu tak lama kemudian tertunduk penuh haru menangis terisak-isak, begitulah testimoni yang diberikan oleh peserta setelah usai ikuti seminar dan training beliau yang entertaining. 

Entah seberapa beratnya @kangrendy melewati proses berjalan diatas mimpinya yang kemudian mengantarkan dirinya untuk memutuskan DO dari kampus idamannya ITB dan memulai menjadi seorang pebisnis muda yang kemudian dengan keinginan kuatnya untuk membantu  menginspirasi sahabat-sahabat mudanya ia membuat Training #MudaMulia dengan 7 Modusnya. Dan yang saya dengar saat ini @kangrendy bolak-balik 2 minggu sekali dari Bandung-Bogor untuk ikuti money countselor  dengan Coach Samsul Arifin.

Duhh entah berapa Kitab Sirah, Riwayat dan karya sastra yang telah dibaca oleh Gurunda @salimafillah dalam hidupnya sehingga beliau bak kitab berjalan di Bumi Alloh ini. Mampu padukan dalil dan kisah, norma dengan hikmah dan dibingkainya dalam nuansa sastra yang indah. gaya bertuturnya melompat lincah, meliuk cepat kadang mengalun syahdu membuat pembacanya merasa diajak berbicara serta terlibat dalam gagasan-gagasannya dalam penjelajahannya sampaikan kebenaran sampai kepelosok negeri berpindah dari satu kota ke kota lain, dari satu negeri ke negeri lain dalam #MajelisJejakNabi. Pribadi yang selalu tanggapi Pujian dengan ucapan, " Semoga Alloh Karuniakan istiqamah menyanyikan kebenaran, hingga barakah hingga husnul khatimah". Ahh malunya diri.

Mereka semua punya kesamaan yang beririsan, mereka total 1000% dalam pilihan mereka, mereka telah membayar mahal proses yang memang harus mereka bayar atas pilihan hidup mereka untuk akhirnya sampai seperti saat ini. Sebuah proses belajar terus menerus, proses bertumbuh tiada lelah tiada akhir. Mereka sesukses itu masih Mau terus hadiri mengikuti training dan seminar, masih beli buku-buku terbaru untuk dibaca, masih luangkan waktu mereka untuk terus belajar. Mereka seperti tidak pernah kehabisan energi jalani aktivitasnya bisa berpindah ke berbagai tempat, baru beberapa jam lalu berada di Aceh, tak lama kemudian sudah di Jakarta, lalu di Yogya. Sesibuk itu mereka masih bisa menulis dan lakukan aktivitas lain berkumpul dengan keluarga terkasih mereka. Saat orang lain tidur mereka bangun, saat orang lain bangun mereka berjalan, saat orang lain berjalan mereka sudah berlari, saat orang lain berlari mereka sudah terbang, mereka seperti tak terkejar, mereka tidak setengah-setengah, mereka itu SPECIAL.

Itulah mereka, beda jauh tak seperti kita, kita yang berilmu tak seujung kuku telah terjangkiti penyakit hati "I know that, sudah tau, wes Ngerti" dan lain sebagainya. Penyakit itu yang menjadi tabir penghalang masuknya ilmu dalam diri karena hati meninggi sedangkan ilmu seperti air teralir dari tempat yang tinggi menuju yang landai. Tabir yang jadikan diri merasa sudah mengetahui segala-galanya, tabir yang membuat diri berdiri membusung melipat tangan simbol penolakan. Tabir yang membuat para Guru orang lain risih karena tingginya kata yang memekik telinga penuh kesombongan, Tabir yang membuat diri enggan meng-UpGrade ilmu ikuti training dan seminar karena anggap para Insprirator, Trainer dan Ustadz hanya maaf “omong doang” tak lebih dari itu. Tabir yang membuat diri merasa cukup dengan memiliki dan membaca buku puluhan tahun lalu dan enggan dengan perkembangan ilmu yang begitu pesat,  dan tabir itulah  yang membuat diri akhirnya tak menjadi apa-apa nantinya, NOTHING.

Maka marilah kita sedikit tuk rendahkan hati dalam proses belajar ini, merunduk sedikit agar ilmu teralir. Marilah kita bercermin kepada mereka, mereka yang berhasil membayar proses sukses dibidang mereka masing-masing, mereka yang mau total 1000% ikhtiarkan apa yang mereka sadari menjadi kekuatan dan kemampuan (inner strenght) yang telah dianugerahkan Alloh SWT kepada mereka. Mari kita belajar dari keras dan teguhnya keyakinan mereka, belajar dari betapa mereka semua adalah pribadi yang berilmu namun terus saja merunduk berjalan diatas bumi Alloh ini. Mereka terus merendah bahwa mereka tiada berarti apa-apa atas kebesaran Alloh SWT. Dan mereka telah berhasil menemukan apa yang menjadi pembeda mereka dengan yang lain. Mereka itu… SPECIAL.
Bukalah tabir diri atau kan menyesal tiada akhir.

follow @FauzanMaliq

Tidak ada komentar:

Posting Komentar