Siapa jiwa yang tak pernah jumpai gelap
Gelap kala bintik hitam durhaka dan kemaksiatan penuhi hati yang tadinya terang bersinar benderang kini jadi kusam dan nyaris membusuk.
Gelap kala hari terisi dengan ucap penuh caci dan maki saudara dan sahabat sendiri
Gelap kala sikap tak canggung tindas dan rendahkan kerabat sendiri
Gelap kala karib dan kerabat tak ada lagi mau mendekat enggan dekat-dekat.
Miliki mata tapi Buta,
Miliki telinga tapi Tuli
Miliki hati tapi tlah lama Mati
Gelap yang semakin menggulita karena keras dan angkuhnya diri pada Illahi
Bangga dan membusung diri merasa paling Suci di Bumi..
Ahh Gelapnya saat itu, kelam sekali
Jangankan melangkah, melihat diripun sudah tak sanggup
Namun indahnya Alloh hadirkan setitik terang
Tubuh sehat yang tadinya membusung penuh angkuh, kini terkulai lemah lemas di atas pembaringan..
Jangankan berlari, berjalan selangkahpun tak mampu. Sesekali mengesot untuk menggapai sesuatu yang ingin diraihnya.
Lisan yang dulu fasih lantang ucapkan caci dan makian rendahkan saudaranya, kini terdiam tak mampu berucap apa-apa selain merintih lirihkan sakitnya tubuh yang coba membolak-balik.
Ahh Gelapnya kala itu...
Saat itulah Alloh tuntun hati dan lisan untuk tunduk dan akui betapa lemah dan tak berdayanya diri,
Saat itulah Alloh tunjukkan bahwa Allohlah yang Maha Kuat dan Maha Berkehandak..bahwa Allohlah sebaik-baiknya tempat berlindung dan gantungkan semua urusan.
Dan saat itulah diri menangis sejadi-jadinya terisak bergetar bahu dan dengkul akui hina dan kotornya diri..
"Ya Rabb Ampuni diri, tuntun jiwa ini untuk kembali", berujar diri kepada Tuhannya yang sedang hadirkan terang kebaikan dalam hidupnya, perih memang tapi indah tiada terkira.
Kini diripun sadar tak ada alasan seberat kapaspun untuk takjubi apa yang ada pada diri.
Kini jiwapun tenang kala tak ada celah selubang jarumpun untuk merasa diri lebih suci dan benarkan tuk caci maki hakimi bahwa orang lain lebih buruk, lebih hina, lebih berdosa dari diri..
Ahh Gelapnya kala itu..
Tapi itulah gelap yang perlahan berangsur terang kala mentari mulai mengintip diawal hari hangatkan bumi..
Kini diri bersyukur sambil "Tersenyum Maknai Gelap" ...
follow @FauzanMaliq
Tidak ada komentar:
Posting Komentar